10 bulan · 10 teka-teki

Sebelum mulai,
siapin
hati dulu ya.

Ada 10 lagu, 10 cerita, dan satu kata ilang di tiap lagu buat kamu tebak. Jawab satu-satu — nggak bisa lompat ke lagu berikutnya sebelum yang ini bener.

Di ujungnya ada satu surat. Baru kebuka kalau semua kejawab.

10 bulan · 10 teka-teki

Aku nggak mau
pura-pura
semuanya baik-baik aja.

Jadi aku pilih 10 lagu yang lumayan bisa ngegambarin apa yang lagi aku rasain sekarang. Di tiap lagu ada satu kata yang aku ilangin, tinggal kamu tebak jawabannya.

Jawab satu-satu, nggak usah buru-buru. Bagian terakhir baru kebuka kalau semuanya udah bener.

Nggak harus langsung dibales juga, baca aja pelan-pelan.

lagu 1/10
membuka surat...
setelah semua jawaban ketemu

Sebelum ngomongin 10 bulan ini,
ada satu hal yang mau aku bilang duluan.

Rinduku. Rumah. Evaluasi. Luka. Matamu. Kutemani. Lalu. Apa. Stay. Zero. Sepuluh kata itu jadi cara aku nyusun apa yang mau aku omongin, soalnya kalau langsung ngomong biasanya aku malah kebawa emosi lagi wkwk.

Aku sadar aku salah, terutama soal cara aku ngomong pas lagi emosi kemarin. Ada kata-kata yang keluar yang harusnya nggak pernah aku ucapin, dan aku tau itu bisa bikin kamu sakit hati, bikin masalah ini jadi makin panjang. Aku nggak lagi nyari alasan buat itu.

Tapi aku juga pengen kamu ngerti, kesel sama kecewanya aku nggak muncul gitu aja. Yang paling kerasa buat aku itu pas ada masalah, komunikasi kita malah jadi berjarak — padahal menurut aku itu momen yang harusnya justru bikin kita lebih banyak ngobrol, bukan makin diem-dieman.

Aku nggak mau hubungan ini jadi lomba siapa yang paling salah atau siapa yang paling bener. Aku tau bagian aku, dan itu yang mau aku benerin duluan.

Sepuluh bulan ini tetep berarti buat aku, walaupun sekarang lagi ada masalah di antara kita. Bukan karena aku pura-pura semuanya baik-baik aja, tapi karena aku masih mau nyoba.

Jadi dari semua yang udah aku tulis di atas, intinya cuma satu.

Maafin aku.
🕯️ Happy 10 months, yaa. Semoga abis ini kita bisa lebih ngerti satu sama lain, dan nggak ngulang cara kita berantem yang kemarin.